Rabu, 2 Oktober 2024 - Collection Talk kali ini membahas tentang jejak kehidupan purba dan mengenalkan Site Museum Tambaksari yang sebelumnya telah diresmikan kembali pada tanggal 19 September 2024. Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Museum Geologi ini menghadirkan narasumber para ahli geologi dan paleontologi antara lain Agustina Djafar, S.T., Halmi Insani, S.T, IMPQ., dan Mohamad Galuh Sagara, S.T.
Acara dibuka dengan sambutan dan pengantar dari Raden Isnu Hajar Sulistyawan, S.T., M.T selaku Kepala Museum Geologi. Isnu menyampaikan pengetahuan tentang alam dan ilmu kebumian. “fosil dan batuan dapat digunakan untuk menganalisis lingkungan dan identifikasi umur batuan, imbuhnya.
Penemuan fosil di Tambaksari ini banyak menunjukkan bukti tentang perubahan lautan yang sekarang sudah menjadi daratan. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan dari Halmi Insani selaku ahli paleontologi yang menyebutkan bahwa penemuan fosil di Tambaksari, Ciamis ini cukup lengkap mulai dari fosil laut hingga fosil darat, selain itun fosil yang ditemukan relatif utuh dari penemuan biasanya.
Fosil yang baru ditemukan dan relatif utuh salah satunya adalah fosil Kuda Nil (Hexaprotodon) dan sekarang replika dari rahang fosil tersebut dipamerkan di Site Museum Tambaksari. Ditambahkan oleh Halmi Insani bahwa disaat paleontologis menemukan fosil mereka tidak hanya mengambil fosilnya saja tetapi mereka juga mengambil batuan sedimen disekitarnya guna mempermudah analisis lingkungan tempat tinggal fosil tersebut.
Bincang koleksi kemudian dilanjutkan laporan dari lokasi singkapan penemuan fosil yang dipamerkan di Site Museum Tambaksari dengan narasumber Agustina yang menjelaskan bahwa dalam penyelidikan fosil, kegiatan awal yang dilakukan adalah observasi umum yang pada akhirnya dapat mempermudah proses analisis akhir. Dijelaskan juga fosil Kuda Nil yang ditemukan tersebut berlokasi di Hilir Sungai Cisanca, Tambaksari. Penemuan fosil dan sedimen di sekitarnya menjadi bukti bahwa daerah Tambaksari dulunya merupakan laut dalam yang di dalamnya terbentuk gunung api. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya endapan dari sedimen gunung api tua.
Bincang koleksi selanjutnya beralih ke Site Museum Tambaksari dengan narasumbernya Mohamad Galuh Sagara. Selain mengajak tur museum, Galuh pun menjelaskan dan memperkenalkan seluruh materi pameran, mulai dari sejarah penelitian, fosil invertebrata dan vertebrata, hingga fosil rahang dari Kuda Nil (Hexaprotodon). Site Museum Tambaksari juga menyimpan banyak fosil yang ditemukan di daerah Hilir Sungai Cisanca, Tambaksari.
Setelah pengenalan Site Museum Tambaksari berlanjut ke sesi tanya jawab dari peserta Collection Talk yang dihadiri oleh peserta yang berasal dari guru dan siswa/i perwakilan sekolah.
Sahabat kami berharap dengan Collection Talk kali ini dapat memberikan edukasi mengenai jejak kehidupan purba mulai dari lingkungan, batuan geologi, hingga flora fauna di Ciamis khususnya Tambaksari, Selain itu juga memperkenalkan objek daya tarik wisata yaitu Site Museum Tambaksari yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di lingkungan sekitar.
Untuk terus update informasi dan kegiatan Museum Geologi, ikuti terus media sosial kami di IG/TikTok @museum_geologi, official website kami di museumgeologi.id serta You Tube channel kami di Museum Geologi.
Museum Geologi. Smart Museum, Smart People, Smart Nation!