Sejarah Museum Geologi
Gedung Museum Geologi
Gedung Museum Geologi dibangun pada 1928 dan diresmikan dengan nama "Geologische Museum" pada 16 Mei 1929, bertepatan dengan penyelenggaraan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke IV. Pembangunan dikerjakan selama 11 bulan dengan 300 pekerja dan menghabiskan dana 400.000 Gulden, dibangun bergaya Art Deco karya arsitek Belanda, Ir. H. Menalda van Schouwenburg.
Masa Belanda (1928–1942)
Pada 1850 kegiatan survei dan penelitian geologi di Indonesia dilaksanakan oleh "Dienst van het Mijnwezen" lembaga Pemerintah Belanda. Kemudian pada 1922 berganti nama menjadi "Dienst van den Mijnbouw". Penelitian geologi semakin meningkat sehingga contoh batuan, mineral, fosil semakin banyak, maka pada 1928 dibangun gedung yang diperuntukkan bagi Laboratorium dan Museum Geologi yang bertempat di Rembrandt Straat Bandung, atau saat ini Jl. Diponegoro, Bandung.
Pendudukan Jepang (1942–1945)
Pada masa Pendudukan Jepang (1942–1945), lembaga "Dienst van den Mijnbouw" diganti namanya menjadi "Kogyoo Zimusho" yang kemudian berganti lagi menjadi "Chishitsu Chosasho". Museum Geologi pada masa itu merupakan bagian dari Laboratorium Paleontologi dan Kimia dari Lembaga tersebut.
Masa Kemerdekaan (1945–1967)
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, terjadi pengambilalihan kantor "Chishitsu Chosasho" dari penguasa Jepang. Pengelolaan Museum Geologi beralih menjadi Pusat Djawatan Tambang dan Geologi (PDTG, 1945–1950), Djawatan Pertambangan Republik Indonesia (1950–1952), Djawatan Geologi (1952–1956), Pusat Djawatan Geologi (1956–1957).
Revitalisasi Museum Geologi
Revitalisasi Museum Geologi merupakan program untuk mengembangkan sistem pameran Museum Geologi guna menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan kualitas pelayanan. Revitalisasi dimulai pada tahun 1998, kemudian dilanjutkan pada tahun 2012–2015 dan 2019–2020.
1998–2000 Kerja Sama JICA
Revitalisasi dan pengembangan sistem tata pamer dilakukan pada 1998 melalui kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang (JICA). Kerjasama dilaksanakan mulai 2 November 1998 dan diselesaikan pada pertengahan Agustus 2000.
2002 UPT Museum Geologi
Museum Geologi menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, KESDM. Pada 2013 berdasarkan Permen ESDM No. 12 Tahun 2013, berganti di bawah Badan Geologi. Sejak 2017, berada di bawah Sekretariat Badan Geologi, KESDM.
2012 Ruang Sumber Daya Geologi
Revitalisasi ruang pamer Sumber Daya Geologi dengan penambahan sistem tata pamer berupa sarana multimedia.
2013 Ruang Manfaat & Bencana Geologi
Pengembangan ruang pameran Manfaat dan Bencana Geologi. Selain media pamer berupa poster dan multimedia, juga dipasang simulator gempa bumi.
2014 Ruang Geologi Indonesia
Pengembangan ruang pameran Geologi Indonesia. Pada ruangan ini disajikan berbagai jenis batuan dari seluruh wilayah Indonesia, mineral, hingga mineral ametis berukuran besar.
2020 Ruang Sejarah Kehidupan
Revitalisasi Ruang Pamer Sejarah Kehidupan dengan penyegaran dari sisi storyline, tata penyajian dan strategi penyampaian informasi sesuai kaidah permuseuman.