Kembali ke Kegiatan

Ekskursi Dalam Rangka Penguatan Materi Kegeologian dan Permuseuman di Yogyakarta

Ekskursi Geologi / 03 June 2024
Ekskursi Dalam Rangka Penguatan Materi Kegeologian dan Permuseuman di Yogyakarta
Penulis Paradita Kenyo Arum Dewantoro, S.T.

Museum Geologi kembali melakukan kegiatan Ekskursi Geologi (pembelajaran di luar kelas dengan mengunjungi beberapa objek geologis) dalam rangka Penguatan Kapasitas Pemandu dan Pelaksana Pelayanan Publik. Kegiatan ekskursi geologi kali ini berlokasi di Kabupaten Bantul, Sleman, dan Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Aspek penguatan kapasitas dilakukan melalui penyampaian materi kegeologian dan materi permuseuman. Kegiatan ekskursi dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 31 Mei dan 1 Juni 2024.

Kegiatan dimulai dengan sambutan oleh Raden Isnu Hajar Sulistyawan selaku Kepala Museum Geologi. Disampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ekskursi ini adalah pengayaan pengetahuan dan pemahaman pemandu terkait peningkatan pelayanan publik di Museum Geologi.

Narasumber dalam kegiatan ekskursi kali ini yaitu Dr. Ir. Carolus Prasetyadi, M.Sc. selaku dosen Geologi dari UPN “Veteran” Yogyakarta dan Niken Angga Rukmini, S.T. yang merupakan penyelidik bumi dari BBPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) serta Yulianto (pengamat Gunungapi Merapi). Adapun lokasi pengamatan ekskursi yaitu di Kawasan Geopark Yogyakarta, Geopark Gunung Sewu, Kawasan Merapi, Museum Gunung Merapi, dan Museum Sonobudoyo.

Penjelasan narasumber di geosite Lava Bantal Berbah

Kegiatan dimulai pagi hari di geosite Lava Bantal Berbah. Di sini peserta mendapat penjelasan tentang tektonik aktif dan volkanisme tua Jawa pada kala Oligosen Akhir dan Miosen Awal, sekitar 30-20 juta tahun yang lalu yang dibuktikan oleh keberadaan material volkanik berupa lava bantal Formasi Kebobutak yang bersebelahan dengan endapan tuff lapilli Formasi Semilir. Kemudian tim bergerak ke lokasi kedua pada singkapan slump Formasi Kebobutak di tebing Jalan Sembada Handayani. Di sini terlihat jelas bahwa lingkungan pengendapan Formasi Kebobutak adalah lereng dan laut dalam. Tak jauh, tim bergeser pada sebuah tebing kupasan Jalan Sembada Handayani yang menunjukkan perlapisan perselingan tuff dan batulempung tufaan yang sprektakuler, yaitu Tebing Ngoro-oro. Tebing ini merupakan endapan dari kegiatan volkanisme Semilir.

Menjelang istirahat siang, tim memperoleh materi tentang volkanisme yang sedikit berbeda, yaitu volkanisme fase konstruktif di tebing breksi agglomerat Nglanggeran. Ekskursi hari pertama ditutup dengan pengamatan singkapan Formasi Wonosari di Kalingalang, yang menunjukkan fase akhir dari volkanisme tua Jawa dan berangsung beralih pada kondisi tektonik tenang di Miosen Tengah dengan dimulainya pengendapan batuan karbonat Formasi Wonosari. Singkapan di sini istimewa karena terdapat beberapa lapisan yang menunjukkan bioturbasi atau gangguan organisme pada endapan yang terlihat seperti bentuk tali-tali besar yang sesungguhnya merupakan sisa rumah organisme penggali di pasir seperti kepiting maupun kerang.

Penjelasan para Narasumber di Bunker Kaliadem

Hari kedua, ekskursi dimulai dengan jelajah endapan sisa-sisa letusan Merapi 2006 dan 2010 di area Kaliadem. Di sini peserta mempelajari sejarah dan dahsyatnya dampak letusan Merapi pada saat itu. Ditekankan pula tentang pentingnya pemahaman mengenai mitigasi bencana gunungapi. Selanjutnya, tim bergerak ke Museum Gunungapi Merapi. Di tempat ini ditampilkan berbagai data informasi tentang Merapi, sejarah letusannya, serta dampaknya. Mengakhiri ekskursi hari kedua, tim mengunjungi Museum Sonobudoyo untuk melakukan kunjungan sekaligus studi banding. Berbagai pengalaman di sini akan dijadikan pengetahuan, wawasan, dan informasi yang sangat berharga untuk pengembangan Museum Geologi ke depannya.

Kunjungan ke Museum Gunungapi Merapi

Kunjungan ke Museum Sonobudoyo

Sahabat untuk mengetahui update informasi mengenai Museum Geologi, silakan kunjungi media informasi kami di museumgeologi.id, You Tube Channel: museum geologi, IG: @museum_geologi, dan TikTok: museum_geologi.