Kembali ke Kegiatan

Hari Pertambangan dan Energi ke-79, Kementerian ESDM Tabur Bunga dan Renungan di Pusara Pahlawan dan Pendahulu Bidang Energi dan Pertambangan

Informasi / 28 September 2024
Hari Pertambangan dan Energi ke-79, Kementerian ESDM Tabur Bunga dan Renungan di Pusara Pahlawan dan Pendahulu Bidang Energi dan Pertambangan
Penulis Anita Kusumayati, S.I.Kom.

Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-79 yang diperingati pada tanggal 28 September 2024 mengusung tema “Energi dan Mineral Wujudkan Indonesia Maju dan Berkelanjutan”. Hal ini sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-79, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) menyelenggarakan acara Tabur Bunga dan Renungan pada Sabtu (28/9) yang diselenggarakan di tiga tempat yang berbeda, yaitu di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta; Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta; dan Taman Pemakaman Umum Sasanalaya, Yogyakarta.  

Acara Tabur Bunga dan Renungan ini dimaksudkan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan dan para pendahulu di bidang energi dan pertambangan Indonesia, yang telah berjuang serta gugur demi membela nusa dan bangsa. Salah satunya adalah Arie Frederik Lasut yang dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Sasanalaya, Yogyakarta.

Acara seremonial di pusara Arie Frederik Lasut, dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiyani Dewi yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Prosesi tabur bunga dilakukan Eniya setelah upacara selesai, kemudian diikuti oleh pihak keluarga serta undangan. Museum Geologi yang diwakili oleh Rd. Isnu Hajar Sulistyawan selaku Kepala Museum Geologi beserta beberapa pegawai, berkesempatan hadir dalam acara Tabur Bunga dan Renungan tersebut.

Sejarah Pertambangan dan Energi Indonesia tidak terlepas dari gedung yang saat ini menjadi Museum Geologi yang dahulu merupakan kantor Chisitsu Chosasho (Jawatan Geologi) pada tahun 1945. Pada tanggal 28 September 1945, beberapa pegawai muda pemberani dari kantor Chisitsu Chosasho mengambil alih paksa dari pihak Jepang dan sejak saat itu diubah menjadi Poesat Djawatan Tambang dan Geologi.

Salah satu pelopornya adalah Arie Frederik Lasut dan R. Soenoe Soemosoesastro yang tegas menolak bekerja sama dengan Belanda. Atas jasa-jasanya, Arie Frederik Lasut kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Kemudian melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2008 tanggal 27 September 2008, Hari Jadi Pertambangan dan Energi ditetapkan setiap tanggal 28 September.

Sahabat itulah sekilas sejarah dan Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi. Semoga menambah wawasan dan inspirasi dalam mengisi kemerdekaan dengan ragam juang yang positif, inovatif dan berkelanjutan. Untuk terus update informasi dan kegiatan Museum Geologi, silakan kunjungi laman resmi kami di museumgeologi.id dan ikuti akun media sosial kami di IG/TikTok @museum_geologi serta You Tube Channel Museum Geologi.