Kembali ke Kegiatan

Jelajah Panas Bumi: Gali Potensi, Wujudkan Energi!

Edukasi / 08 July 2025
Jelajah Panas Bumi: Gali Potensi, Wujudkan Energi!
Penulis Amara Tecia

Pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2025, Museum Geologi menggelar Sarasehan Geologi Populer (SGP) bertajuk “Menjelajah Panas Bumi dari Potensi Menuju Pemanfaatan yang Berkelanjutan”. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli Ir. Niniek Rina Herdianita ,M.Sc., Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung dan Santia Ardi Mustofa dari Badan Geologi.

Acara ini membahas potensi energi panas bumi Indonesia dari perspektif ilmiah hingga aplikatif. "Panas bumi bukan sekadar air panas, tapi sistem alamiah yang kompleks dan potensial sebagai energi bersih,” jelas Rina Ia memaparkan berbagai sistem panas bumi, seperti hydrothermal dan magmatic, serta tantangan dalam eksplorasi dan pemanfaatannya.

Dipandu oleh moderator Fitriani Agustin, S.T., M.Sc. dari Badan Geologi, acara ini juga menjadi ajang kolaborasi antar lembaga dan pengajar. “Seminar ini penting agar para guru dapat meneruskan pemahaman panas bumi kepada siswa,” ujar Fitriani. Potensi panas bumi tersebar luas di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. “Saat ini terdapat 368 titik potensi panas bumi. Namun baru sekitar 11% yang dimanfaatkan,” jelas Mustofa. Ia juga menyoroti wilayah Kalimantan yang memiliki potensi non-vulkanik dengan suhu hingga 120°C.

Pemanfaatan panas bumi memerlukan survei geologi, pengeboran, dan pengolahan energi, yang saat ini terkendala regulasi dan biaya investasi tinggi. “Kami masih terus mengupayakan sinkronisasi kebijakan, terutama dalam pemanfaatan sumur minyak tua sebagai sumber panas,” ujar Rina.

Melalui kegiatan edukatif seperti Sarasehan Geologi Populer ini, diharapkan pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap energi panas bumi meningkat. “Kita semua punya peran, baik di sektor pendidikan maupun pemerintahan, untuk mewujudkan pemanfaatan energi yang ramah lingkungan,” tutup Fitriani.

Editor : Anita Kusumayati, S.I.Kom.