Sahabat Museum, pada tanggal 28 September 2023, telah dilaksanakan kegiatan ekskursi materi pemanduan di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Ekskursi ini bermaksud untuk memperkaya pengetahuan dan wawasan, khususnya pemandu di Museum Geologi, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik ke depannya.
Pada ekskursi kali ini, daerah Karangsambung dipilih karena memiliki kekayaan geologi yang luar biasa. Di sini bisa dijumpai bukti geologi keberadaan jalur penunjaman atau subduksi yang melalui Jawa pada zaman Kapur. Hal ini ditunjukkan dengan keberadaan endapan berbagai jenis batuan yang berasal dari kerak samudra dan kerak benua yang bercampur aduk pada satu wilayah yang sama, biasa disebut endapan melange. Berbagai jenis batuan yang bisa dijumpai di melange Karangsambung adalah rijang yang berlapis dengan batugamping merah, filit, sekis hijau, sekis mika, eklogit, amfibolit, diabas, basalt, marmer, serpentinit, gabbro, dasit, dll. Batuan-batuan ini berukuran mulai dari sekepalan tangan hingga sebesar bukit merupakan blok-blok atau bongkah-bongkah eksotik yang tertanam dalam matriks batupasir dan batulempung bersisik. Keberagaman ini menjadikan Karangsambung tempat ideal untuk belajar geologi.

Ekskursi dimulai dari lokasi pertama yaitu singkapan perselingan rijang dan batugamping merah di Sadang. Di sini kita bisa mempelajari sedimen dasar Samudra yang sekarang sudah terangkat ke permukaan. Selanjutnya kegiatan bergeser ke sebuah tebing bukit batupasir dan batulempung di sisi selatan Sungai Sadang. Pada singkapan kedua ini terlihat dengan jelas jejak stuktur sesar naik yang merupakan struktur utama pada endapan melange di prisma akrasi. Singkapan selanjutnya adalah lava bantal di desa Seboro. Lava bantal merupakan produk volkanisme dasar laut di punggungan tengah Samudra. Lava ini memiliki struktur khas, yaitu berbentuk bantal, dengan komposisi batuan basalt. Kemudian melaju pada lokasi selanjutnya, yaitu singkapan batuan serpentinit di tepi jalan di Kalipucangan. Serpentinit merupakan batuan ultrabasa seperti peridotit yang telah mengalami ubahan serpentinisasi. Pada proses ini mineral-mineral mafik seperti olivin dan piroksen terhidrasi dan berubah menjadi mineral serpentin. Batuan ini merupakan penyusun kerak Samudra.
Kemudian berlanjut pada lokasi terakhir, yaitu Bukit Pentulu Indah. Ini merupakan titik lokasi yang tepat untuk mengamati geomorfologi lembah Totogan. Lembah Totogan adalah lembah memanjang relatif barat-timur yang diapit oleh dua perbukitan yang bermorfologi kontras. Perbukitan di sisi utaranya berbentuk gigi gergaji, merupakan morfologi khas dari melange. Setiap bukitnya merupakan bongkah batuan eksotik yang berbeda. Sementara itu, perbukitan di sisi selatannya nampak seragam, yaitu memiliki lereng yang terjal ke sisi utara, dan landai ke selatan. Ini merupakan sisi utara dari perbukitan sinklin G. Prahu dan G. Paras yang memanjang barat-timur searah dengan Lembah Totogan. Perbukitan ini terdiri dari perlapisan produk volkanik laut dalam berupa breksi volkanik dan batupasir graywacke. Selain melakukan pengamatan geomorfologi Lembah Totogan, di sini kita juga belajar membuat sketsa geologi. Sketsa geologi merupakan salah satu bagian dokumentasi atau perekaman data geologi yang penting di lapangan.

Dalam melaksakan seluruh rangkaian ekskursi ini, dihadirkan tiga narasumber dari Museum Geologi, yaitu Mohamad Galuh Sagara, Halmi Insani, dan Wilda Aini Nurlatifah.