Kembali ke Kegiatan

Mengenal Struktur Geologi di Celah Leuwi Bokor, Majalengka

Ekskursi Geologi / 26 May 2024
Mengenal Struktur Geologi di Celah Leuwi Bokor, Majalengka
Penulis Torry Agus Prianto, S.I.Kom.

Bandung, 24 Mei 2024. Museum Geologi kembali melaksanakan kegiatan Ekskursi Peningkatan Kapasitas Pemanduan dan Pelaksanaan Pelayanan Publik Museum Geologi. Lokasi ekskursi kali ini adalah Leuwi Bokor, Desa Bantarmerak, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka. Tema yang diambil adalah struktur geologi.

Narasumber pada kegiatan kali ini adalah Mohammad Galuh Sagara, Ifan Yoga Pratama Suharyogi, dan Agustina yang merupakan Penyelidik Bumi di Museum Geologi, Badan Geologi, KESDM. Dalam kegiatan ini, para narasumber memberikan pemahaman tentang ilmu kegeologian kepada para peserta yang terdiri dari pemandu Museum Geologi agar mendapatkan pengetahuan baru untuk bisa disampaikan kepada pengunjung.

Berjarak sekitar 31 KM di selatan Kota Majalengka, mengalirlah sebuah sungai yang membelah hamparan persawahan yang kemudian masuk ke ngarai yang diapit dua bukit. Sungai tersebut bernama Sungai Cilutung, terletak di Desa Bantarmerak, Kecamatan Lemahsugih. Di titik ini, sungai Cilutung memotong kontak 2 satuan batuan dan 2 kontak geomorfologi yang kontras. Bagian selatan bermorfologi hamparan sawah yang menggelombang landai. Area ini disusun terutama oleh batulempung, sementara di bagian utaranya berdiri perbukitan terjal breksi volkanik yang memanjang berderet hampir barat-timur dengan batas tekuk lereng dan kontak litologinya di Leuwi Bokor. Di sini, selain kontras morfologi dan kontak litologi Formasi Halang, juga terdapat struktur geologi yang dapat diamati dengan baik.

Gambar 1.  Singkapan batulempung bersisik dengan conjugated shear fracture di tebing sebelah barat Sungai Cilutung

Narasumber memberikan penjelasan pada tiga titik. Titik pertama adalah satuan batulempung yang tersingkap pada tebing sawah di tepi Sungai Cilutung. Struktur geologi sekunder yang teramati di sini adalah conjugated shear fracture (rekahan geser berpasangan), gypsum veins (urat yang terisi gipsum), scaly clay (lempung bersisik), drag faults (lipatan seretan sesar), dan boudinage. Titik kedua adalah kontak antara satuan batulempung dengan satuan breksi volkanik Formasi Halang. Di sini dijelaskan beberapa jenis kontak satuan batuan, yaitu, kontak tegas, transisi, erosional, dan struktural. Pada titik ketiga, yaitu pada satuan breksi volkanik, dijelaskan tentang endapan turbidit dan struktur primer yang menjadi pencirinya, yaitu graded bedding, parallel lamination, wavy, cross laminations, yang biasa disebut sekuen Bouma, dengan loading cast (struktur pembebanan) pada bagian alasnya. Di sini juga terdapat singkapan yang menunjukkan keberadaan sesar mendatar oblik menganan-naik yang ditunjukkan dengan sebuah dinding slicken side. Para peserta belajar menginterpretasikan kinematika sesar ini dengan memperhatikan offset (pergeseran) batuan, meraba slicken side, dan mengamati struktur penyerta lainnya seperti urat kuarsa dan gash fracture.

Gambar 2.  Sturktur pembebanan (loading cast) pada endapan turbidit satuan breksi volkanik Formasi Halang.

Gambar 3.  Kenampakan cermin sesar di Sungai Cilutung

Di lapangan, sengatan sinar mentari dan hawa panas yang mendera tidak menyurutkan semangat para peserta ekskursi. Dengan adanya kegitan seperti ini Museum Geologi terus berupaya meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan pengalaman para pemandu Museum Geologi, sehingga diharapkan bisa memberikan informasi koleksi yang berhubungan dengan struktur geologi kepada pengunjung.

Gambar 4. Para Peserta dan narasumber foto bersama di lokasi aliran sungai Cilutung

Sahabat, untuk mendapatkan informasi dan kegiatan Museum Geologi. Ikuti terus official media sosial kami di museumgeologi.id, Youtube Channel di museum geologi, Instagram dan Tiktok kami di @museum_geologi.

Museum Geologi. Smart Museum. Smart People. Smart Nation!