Kembali ke Kegiatan

Menggali Potensi, Membekali Diri, Membangun Tambaksari

Edukasi / 23 October 2024
Menggali Potensi, Membekali Diri, Membangun Tambaksari
Penulis Mohamad Galuh Sagara, S.T.

Kali ini Museum Geologi menyelenggarakan kegiatan Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Ciamis, khususnya Tambaksari, dengan tema Pengenalan Geologi Dasar dan Pemberdayaan Masyarakat Site Museum Fosil Tambaksari. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Tyara Plaza pada 22 dan 23 Oktober 2024 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pascaperesmian Site Museum Fosil Tambaksari yang telah dipugar dan dibuka kembali pada 19 September 2024. Tujuan kegiatan ini tidak lain adalah untuk membekali dan melatih masyarakat sekitar Site Museum Fosil Tambaksari dan sekitarnya sehingga dapat menggali, mengembangkan, dan mengelola potensi daerahnya secara optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Museum Geologi yang diwakili oleh Ketua Tim Edukasi dan Informasi, Adhitya Ari Nugroho, S.T., dan sambutan diberikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis, H. Dadang Darmawan. Kegiatan pembekalan ini dilakukan dalam 2 sesi. Sesi pertama diselenggarakan pada 22 Oktober 2024 berupa seminar yang menghadirkan 5 orang narasumber. Materi yang diberikan di  ialah Pengenalan Geologi Dasar dan Paleontologi Tambaksari yang disampaikan oleh Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T., IPU; Kepemanduan Museum disampaikan oleh Erwan Setiawan, S.Pd.; Public Speaking disampaikan oleh Dr. Rommy Mochamad Ramdhani; Pengusahaan Wisata dan Ekonomi Kreatif disampaikan oleh Sugeng Handoko; dan Digital Marketing disampaikan oleh Reza Rizkina Taufik, S.I.Kom, M.M. Sesi ini diikuti dengan diskusi dan tanya jawab.

Sesi kedua yang dilaksanakan pada 23 Oktober 2024, berfokus pada pembekalan keterampilan membuat replika fosil. Replika fosil merupakan alat peraga yang meniru bentuk fosil asli dan digunakan sebagai bentuk usaha perlindungan bagi fosil asli, dikarenakan fosil asli biasanya rapuh dan rawan rusak ketika disentuh. Pembuatan replika fosil ini dibuat dari bahan gipsum yang dicetak dengan pencetak resin dan silikon dan fosil yang direplikasi adalah gigi taring fosil kuda nil Hexaprotodon yang menjadi ikon Site Museum Fosil Tambaksari. Replika yang sudah dicetak kemudian diwarnai dengan cat akrilik agar menampakkan kemiripan dengan fosil asli. Seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusiasme.

Kegiatan Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat merupakan bagian dari program prioritas Site Museum yang menjadi program unggulan Museum Geologi. Kedepannya, pembekalan ini diharapkan dapat diaplikasikan secara mandiri oleh peserta dan memberikan dampak positif pada ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.