Bandung, 7 September 2024 - Dalam rangka penyebaran informasi geologi dan meningkatkan kapasitas kesadaran publik mengenai bencana di Indonesia, Museum Geologi menyelenggarakan acara talk show bertajuk “Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Menghadapi Bencana”. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu (7/9) di Auditorium Museum Geologi, dengan menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidang geologi dan penanggulangan bencana.
Badan Geologi melalui unit-unit kerja di dalamnya telah menyediakan data dan informasi kegeologian yang komprehensif, terbaru dan dapat diakses masyarakat dari pusat-pusat informasi maupun melalui seluruh kanal media berupa aplikasi, website maupun media social. Kegiatan talk show kali ini merupakan salah satu strategi untuk menyampaikan informasi dengan jangkauan segmen masyarakat yang lebih luas.
Hadir secara online, Muhammad Wafid A.N. selaku Kepala Badan Geologi menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kegiatan ini sebagai respons diskusi di ruang publik yang masif menyangkut isu potensi kebencanaan di Indonesia, maka Badan Geologi lebih fokus kepada upaya untuk dapat menyediakan dan menyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat dengan metode yang lebih komunikatif untuk menghindari polemik yang membingungkan masyarakat. Dengan mengoptimalkan fungsi Museum Geologi sebagai wahana wisata edukasi dan penyebarluasan informasi geologi ini, kami mengharapkan komunikasi publik mengenai kegeologian dapat berjalan lebih efektif dan lebih mudah untuk dipahami.
“Indonesia termasuk negara yang berada di wilayah rawan bencana, sehingga masyarakat perlu meningkatkan pertahanan dan mengetahui mitigasi bencana yang tepat. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat memilih dan memilah informasi dari sumber-sumber yang tepat. Kegiatan seperti talk show hari ini merupakan strategi yang tepat untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas agar masyarakat mendapatkan sumber informasi dari narasumber yang ahli di bidangnya,” ujar Wafid.

Beberapa narasumber yang hadir dalam talk show ini antara lain Dr. Ir. Dicky Muslim, M.Sc. dari Universitas Padjajaran (UNPAD), Imun Maemunah, S.T., M.SI. dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Abimanyu Arya A. Abdullah dari Resilience Development Initiative, dan Anne Hermadianne Adnan, S.Sos., M.A. dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat (BPBD Jawa Barat). Para narasumber memaparkan berbagai topik penting berkaitan dengan mitigasi bencana yang difokuskan kepada empat bencana, yaitu gempa bumi, tsunami, longsor, dan banjir.
Imun Maemunah mengatakan bahwa bencana geologi yang terjadi di Indonesia terjadi dipengaruhi oleh faktor geologi, seperti permukaan bumi sampai ke inti bumi, struktur geologi, aliran sungai, dan lainnya. Tidak hanya itu, bencana alam dapat disebabkan karena pengaruh cuaca dan manusia.
Selain itu, Dicky Muslim mengatakan bahwa bencana geologi dapat terjadi karena perubahan tatanan dan struktur kota. Salah satu contoh fenomenanya adalah berpindahnya ibu kota Jawa Barat dari Cianjur ke Bandung. Selain itu, Dicky menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan di Indonesia belum optimal dan perlu ditingkatkan. Abimanyu Arya A. Abdullah menyampaikan bahwa Jumlah korban jiwa dari terjadinya bencana geologi dapat disebabkan karena kepanikan masyarakat ketika bencana tersebut terjadi. “Kepanikan masyarakat terjadi karena kapasitas dan pengetahuan masyarakat akan bencana belum terpenuhi,” jelas Abimanyu.
Sementara itu, Anne Hermadianne menjelaskan tentang pentingnya dan langkah-langkah mitigasi bencana. Ia juga menekankan bahwa bencana geologi bukan hanya masalah pemerintahan, tetapi masyarakat harus berperan aktif dan mencari informasi lainnya mengenai bencana geologi ini. “Masyarakat perlu mengumpulkan informasi sejarah bencana yang terjadi di daerah masing-masing, mengecek kondisi bangunan, menentukan posisi shelter jika terjadi bencana, dan mempersiapkan peta evakuasi masing-masing daerah. Bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Keberhasilan pemerintah dalam menangani bencana dinilai dari minimnya korban, bukan dari bagusnya evakuasi,” ungkapnya.
Sahabat, untuk terus mendapatkan informasi dan kegiatan Museum Geologi silakan ikuti laman resmi kami di museumgeologi.id, media sosial Instagram dan Tiktok kami di @museum_geologi dan laman You Tube Museum Geologi.
Museum Geologi, Smart Museum, Smart People, Smart Nation!