Kembali ke Kegiatan

Menyelidik Koleksi Geologi di Ciamis dan Sekitarnya

Penyelidikan Geologi / 07 March 2023
Menyelidik Koleksi Geologi di Ciamis dan Sekitarnya
Penulis Mohamad Galuh Sagara, S.T.

Ciamis dan sekitarnya menyimpan potensi koleksi geologi yang belum tersimpan di Museum Geologi.

Tim Kerja Penyelidikan dan Konservasi Museum Geologi melakukan penyelidikan geologi di daerah Ciamis dan sekitarnya. Tim yang terdiri dari Wilda Aini Nurlathifah (Ketua Tim), Johan Budi Winarto, Agustina Djafar, Mohamad Galuh Sagara, dan Denny Supriyandi, berangkat dari Bandung pada 17 Februari 2023 dan tiba kembali pada 2 Maret 2023.

Daerah Ciamis didominasi oleh berbagai material volkanik dari berbagai umur dan sumber yang berbeda. Satuan volkanik paling tua adalah Formasi Jampang (Miosen Awal). Formasi ini tersebar di sebelah selatan wilayah penyelidikan. Hal yang menarik adalah keterdapatan mineralisasi emas tipe epitermal di Cineam. Hingga saat ini masyarakat Cineam masih aktif melakukan penambangan emas tersebut dengan metode yang lebih ramah lingkungan, yaitu menggunakan karbon aktif sebagai penangkap partikel emasnya.

Mengamati alterasi batuan Formasi Jampang di tambang emas Cineam

Satuan volkanik lainnya ada di sebelah utara daerah penyelidikan, yaitu daerah Rancah, tepatnya di desa Patakaharja. Di sini, perselingan batulempung dan batupasir Formasi Halang tersingkap dengan apik di gawir-gawir sungai Cijulang. Di bendung Ranto, proses erosi yang intensif sungai ini telah menggerus kuat dan membentuk morfologi berupa celah alam yang diapit oleh kontak tak selaras antara Formasi Halang yang berumur Miosen Akhir dengan breksi volkanik Formasi Kumbang yang berumur Pliosen. Beberapa sisipan batupasir graywacke pada Formasi Halang mengindikasikan bahwa endapan endapan turbudit satuan ini terbentuk pada cekungan di sekitar busur kepulauan volkanik.

Gawir Sungai Cijulang menampilkan Formasi Halang, Patakaharja

Bergerak ke selatan, Gunung Sangkur di sekitar Banjar tak lupa kami sambangi. Ternyata komplek volkanik ini menyimpan cerita geologi yang tidak seragam. Bagian utama dari Gunung Sangkur yang menjulang di tenggara Kota Banjar tersusun dari breksi volkanik aliran, lava, dan retas-retas andesit. Keberadaan breksi peperit pada Satuan Gunung Sangkur ini mengindikasikan bahwa pernah terjadi penerobosan magma pada sedimen yang masih lembek, suatu pertanda bahwa pengendapannya terjadi pada lingkungan bawah permukaan air. Sementara di bagian utaranya, yaitu di Gunung Babakan, terdapat breksi volkanik dengan butiran-butiran kristal piroksen berbentuk sempurna pada matriksnya. Di bagian tengah, satuan ini berupa tubuh-tubuh intrusi andesit yang telah tersesarkan. Penampakan berbeda terlihat di Gunung Mandalare di timur. Tebing Mandalare menampilkan singkapan tubuh intrusi andesit dengan banyak batuan asing (senolit) mengambang di dalamnya. Menampilkan corak abu terang dengan totol hitam pada tebingnya.

Peperit di Gunung Sangkur

Satuan volkanik terakhir adalah yang paling muda, yaitu satuan Gunung Sawal. Gunung Sawal diperkirakan sebagai gunungapi mati yang masih relatif muda (Plistosen Akhir – Holosen Awal) karena bagian-bagian tubuhnya masih dapat diidentifikasi dengan jelas. Produk volkanismenya berupa breksi volkanik, lava andesitik-basaltik, serta endapan tuff. Dari gunung ini mengalir beberapa sungai yang berair jernih, salah satunya adalah aliran sungai Cileueur yang dijadikan tempat wisata di Cadas Ngampar. Di sini, pengunjung bisa berenang ataupun sekedar bermain air di aliran jernihnya yang melintasi sebuah retas andesit.

Retas andesit di Sungai Cileueur, Cadas Ngampar

Tim Penyelidikan Ciamis Ciamis 2023