Sahabat Museum, pada Bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini, tepatnya pada Sabtu, 30 Maret 2024, bertempat di auditorium Museum Geologi telah dilaksanakan 2 acara terakhir yang menutup rangkaian Ngabuburit Museum Geologi, yaitu Lomba Da’i Cilik dengan tema Bumi Beserta Isinya, dan Talkshow dan Tausiah Membentuk Pribadi Unggul sebagai Khalifah di Bumi dengan tema Bumi Beserta Isinya.
Lomba Da’i Cilik
Pada final Lomba Da’I Cilik ini tampil 7 orang finalis yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, memperebutkan Juara 1, 2, dan 3. Seluruh finalis menyampaikan tausiah dengan penuh semangat dan dan percaya diri di depan dewan juri, yaitu Bapak S.R. Sinung Baskoro, Ustad Deni Kurnia, Ustadzah Nadya Mufida Ulfa. Kriteria penilaian lomba meliputi kesesuaian isi tausiah dengan tema, penampilan (gesture, mimic, dan adab), serta kostum.
Hasilnya ada 3 pemenang utama, yaitu Arya Lazwar Yudhistira berasal dari SDN 054 Tikukur yang memperoleh juara 1, Muhammad Abbad Az Zariri dari SDIT Aliya sebagai juara 2, dan Syaqira Alifia Dinata dari SDI Al Azhar 36 sebagai juara 3.
Talkshow dan Tausiah Membentuk Pribadi Unggul Sebagai Khalifah Di Bumi
Sahabat Museum, selepas penampilan para seluruh Da’i Cilik, acara Ngabuburit pada Sabtu sore dilanjutkan dengan talkshow dan tausiah yang bertemakan Membentuk Pribadi Unggul Sebagai Khalifah di Bumi.
Talkshow digawangi oleh moderator Eka Sulistyawati dan menggaet seorang narasumber ahli psikologi, yaitu Nahda Kurnia J., S.Psi., M.Psi. Materi yang disampaikan adalah parenting untuk membentuk pribadi yang unggul. Di sini disampaikan pentingnya membentuk sikap mampu menerima kelebihan dan kekurangan pada diri anak. Beberapa tahapan yaitu dengan memberikan kepercayaan pada anak, memberikan anak kesempatan untuk mencoba hal baru, dan menghargai prosesnya. Anak juga diajarkan untuk dapat menyalurkan amarah dengan adaptif, yaitu mengatur ekspresi amarah dengan cara yang baik sehingga menjadi tidak berlebihan, dan menyampaikan apa yang dirasakan anak dengan berbicara kepada orang tua. Selain itu, penting untuk mengajari anak untuk mengelola diri, contohnya melakukan pengawasan dan pengaturan pada penggunaan gadget anak.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh seorang ustadzah dan penyiar di MQFM, yaitu Nadya Mufida Ulfa. Materi yang disampaikan adalah Menjadi Pribadi Hebat HaLaQoSa. Sebagai manusia, kita tentunya ingin menjauhkan diri dan keluarga kita dari api neraka. Ada 4 golongan yang akan dijauhkan dari api neraka yang dicirikan oleh kepribadian HaLaQoSa. Ha pertama ialah Hayyu yang artinya tenang, yaitu tenang dalam menghadapi setiap situasi dan tantangan. La adalah Layyin yang artinya lemah lembut, yaitu menjadi pribadi yang bersikap lemah lembut kepada semua makhluk. Qo adalah Qorib yang berarti dekat, yaitu selalu menjaga kedekatan kepada Allah SWT dan juga menjaga silaturahmi dengan sesama manusia. Yang terakhir adalah Sahl yang berarti mudah, yaitu memudahkan segala urusan.
Sahabat Museum, kedua acara di atas adalah acara terakhir pada rangkaian Ngabuburit Museum Geologi pada tahun ini. Semoga selepas Ramadhan ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa bertemu pada Ngabuburit Ramadhan-Ramadhan selanjutnya.