Bandung, 16 Mei 2024. Direktorat Pembinaan Tenaga Lembaga Kebudayaan, dan Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) Jawa Barat bersama Museum Pendidikan Nasional UPI melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Tenaga Bidang Museum Skema Edukator Museum pada tanggal 13-15 Mei 2024. Bertempat di Auditorium Museum Pendidikan Nasional UPI yang iikuti oleh 42 peserta perwakilan dari beberapa Museum di Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari, diawali dengan pembukaan oleh Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Dr. Leli Yuliafar M.Pd pada hari Senin (13/5). Dalam sambutannya menyampaikan “Semoga dengan adanya Bimtek dan Sertifikasi yang Museum Pendidikan Nasional UPI fasilitasi bisa memberikan peluang kepada para pekerja museum untuk lebih berkompeten dan ahli di bidangnya terutama dengan adanya bukti Sertifikat Profesi di Bidang Edukator Museum”.
Museum Geologi berpartisipasi dengan mengirimkan perwakilan sebanyak 9 orang. Museum lainnya yang berpartisipasi antara lain Museum Pendidikan Nasional UPI, Museum Perbendaharaan, Museum Sribaduga, Museum RAA Adi Wijata Garut, Museum Prabu Siliwangi Sukabumi, Museum Tionghoa Sukabumi, Museum Bayt Al-quran, dan Museum lainnya.
Pada hari pertama Bimbingan Teknis (13/5), materi disampaikan oleh Yiyok Herlambang SE., M.M. selaku Ketua AMI DKI Jakarta dan Direktur LSP. Beliau menjelaskan “Kelembagaan dan Aktivitas Museum”. Kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua, Karisa Rahmaputri, S.Sn., M.Hum. yang menjelaskan materi mengenai “Menyusun Kebijakan Edukasi dan Penyampaian Informasi Koleksi Museum” serta materi “Melaksanakan Program Edukasi di Museum Berbasis Penguatan Karakter Bangsa”.
Pada Bimbingan Teknis hari kedua (14/5) narasumber adalah Rian Tidamar M.Hum, menjelaskan materi “Melaksanakan Program Edukasi di Museum Untuk Pengunjung Umum” dan “Melaksanakan Edukasi di Museum untuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus”. Kemudian pemateri kedua Punto A. Sidarta S.Hum memberikan materi “Melaksanakan Edukasi di Museum untuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Pengunjung Penyandang Disabiltas” dan “Melakukan Penyampaian Informasi Koleksi Museum”.

Pada hari ketiga (15/5) dilaksanakan assessment bagi para peserta untuk menguji kelayakan sebagai Edukator Museum dihadapan para penguji. Dari 42 peserta dibagi menjadi 5 kelompok dengan ketentuan 1 kelompok terdiri dari 8-10 orang dengan penguji berbeda-beda. Untuk asesor atau tim penguji dari Lembaga Sertifikasi Profesi – P3 Permuseuman Indonesia.
Pada akhir assesment para penguji memberikan informasi kepada para peserta yang kompeten atau belum kompeten dengan ada beberapa catatan yang harus ditingkatkan pada saat menjadi Edukator Museum. Kemudian dalam sesi penutupan Yiyok Herlambang SE. MM sebagai Direktur LSP berpesan “Peran Edukator akan semakin dibutuhkan oleh setiap Museum saat tantangan Permuseuman akan semakin berat, terus jalin komunikasi serta kerjasama dengan tenaga ahli di Museumnya masing-masing, perkembangan Museum ada di tangan Edukator”.
Sahabat, untuk update informasi dan kegiatan Museum Geologi. Ikuti terus official media sosial kami di museumgeologi.id, IG dan Tiktok kami di @museum_geologi.
Museum Geologi. Smart Museum. Smart People. Smart Nation