Sidoarjo. 8 November 2023. Sebanyak 12 personil yang dipimpin oleh Kepala Museum Geologi, R. Isnu Hajar Sulistyawan mengunjungi Museum Mpu Tantular dalam rangka benchmarking peningkatan dan pengelolaan koleksi untuk penelitian dalam dan luar negeri, pada hari Rabu (8/11).
Hadir mewakili Kepala Museum Mpu Tantular yaitu Unon Septipratiwi Wiwoho (Kepala Subbag Tata Usaha) menerima kedatangan rombongan dari Museum Geologi. Pertemuan sendiri dilakukan di ruang rapat Kepala Museum Mpu Tantular. Pada kesempatan tersebut hadir pula Kepala Seksi Koleksi dan Konservasi, Ida Yulianti serta Kepala Seksi Preparasi dan Bimbingan Edukasi, Sadari.
Dalam sambutannya, Isnu menyampaikan bahwa tujuan kedatangan Museum Geologi adalah untuk berdiskusi mengenai pengelolaan koleksi untuk penelitian dalam dan luar negeri. “Diharapkan melalui pertemuan ini, Museum Geologi dapat menerapkan keunggulan dan pengalaman Museum Mpu Tantular dalam pengelolaan koleksi untuk penelitian dalam dan luar negeri untuk selanjutnya diterapkan di Museum Geologi”, ujar Isnu.
Saat ini pengelolaan Museum Mpu Tantular berada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Kepala Seksi Preparasi dan Bimbingan Edukasi, Sadari menyampaikan bahwa Museum Mpu Tantular merupakan museum dengan katergori umum dengan beragam koleksi yang terdiri dari 10 jenis koleksi (biologi, geologi, filologi, teknologi, dll). Biologi dan Geologi menjadi irisan koleksi yang sama dengan Museum Geologi.
“Berkaitan dengan alur pengelolaan koleksi untuk penelitian luar negeri, Museum Mpu Tantular mengikuti alur dan peraturan yang diterapkan di Kemendikbud. Peminjaman antar seksi maupun keluar dari Museum tetap dilakukan dengan prosedur penandatangan berita acara. Selain itu Penelitian untuk keperluan pendidikan akhir-akhir ini semakin intensif, terutama dalam lingkup pendidikan dalam negeri.”, ujar Sadari.
Prosedurnya kerjasama museum Mpu Tantular dengan perguruan tinggi dalam negeri melalui proses pengajuan surat permohonan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pengantar dari Kesbangpol Provinsi Jawa Timur. Secara teknis pelaksanaan penelitian diatur tanpa membawa koleksi keluar ruang penyimpanan museum.
Pengelolaan koleksi harus dilakukan secara bertanggungjawab dengan pemahaman bahwa koleksi merupakan kekayaan budaya maupun aset yang harus dijaga keamanan dan dimanfaatkan secara optimal untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan perubahan organisasi dilakukan penataan administrasi dalam kerjasama penelitian. Untuk kerjasama dengan akademisi harus dilakukan MoU antara Gubernur dengan Rektor (sudah dilakukan MoU dengan Unbraw, Unesa, dll.).
Kemudian untuk medapatkan rekam jejak replikasi dan menghindari pemalsuan koleksi, perlu diantisipasi bersama peluang replikasi koleksi secara ilegal oleh peneliti, terutama peneliti luar negeri. “Demi kejelasan rekam jejak koleksi perlu informasi jumlah dan posisi replika pada setiap koleksi. Karena saat ini memungkinkan teknologi replikasi tanpa membawa koleksi asli, hanya menggunakan gambar hasil pemindaian”, ujar Sadari.
Di akhir pertemuan, Isnu menyampaikan terima kasih kepada Museum Mpu Tantular yang telah menerima rombongan Museum Geologi. Mudah-mudahan kegiatan benchmarking ini dapat memberikan manfaat kepada kedua belah pihak. Tidak menutup kemungkinan ke depannya terwujud kerjasama antara Museum Geologi dan Museum Mpu Tantular.

Sahabat untuk mengetahui update informasi mengenai Museum Geologi, silakan kunjungi media informasi kami di You Tube Channel: museum geologi, dan IG: @museum_geologi
Museum Geologi. Smart Museum, Smart People, Smart Nation!.