Kembali ke Kegiatan

Museum Geologi Turut Menyemarakkan Rangkaian Kegiatan IPA Convex 2024

Informasi / 17 May 2024
Museum Geologi Turut Menyemarakkan Rangkaian Kegiatan IPA Convex 2024
Penulis Paradita Kenyo Arum Dewantoro, S.T. & Agustina, S.T.

Pada tanggal 14-16 Mei 2024, The 48th Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition dilaksanakan di ICE BSD (Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai), Tangerang, Banten. Pada kegiatan tersebut, Museum Geologi berpartisipasi dalam bagian penulisan Karya Tulis Ilmiah, diskusi panel, hingga pameran. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Menteri ESDM pada hari Selasa, 14 Mei 2024 pukul 09.00 WIB. Agenda pembukaan yang berlokasi di Nusantara Hall 1-2, Ground Flour ini dihadiri oleh beberapa pemangku kepentingan seperti delegasi konvensi, pembicara, peserta pameran, dan profesional dari industri migas.

Kontribusi Museum Geologi dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah kali ini membahas tentang koleksi fosil moluska Formasi Kaliwangu atau dalam dunia Migas dikenal dengan nama Formasi Cisubuh di daerah Majalengka. Tim penyelidik bumi Museum Geologi mengangkat tema ini karena beberapa lapisan batupasir di Formasi Cisubuh merupakan reservoir (batuan waduk) dan lapisan batulempung berperan sebagai caprock (batuan tudung).  Fosil Moluska yang terdapat pada batuan tersebut salah satunya adalah Turitella bantamensis sebagai fosil indeks (fosil penciri) pada Jenjang Bantamian yang berumur Piosen Akhir - Plistosen Awal. Jenjang Bantamian merupakan jenjang termuda dari pembagian jenjang fosil moluska Neogen (sekitar 22 juta hingga 3 juta tahun lalu) Pulau Jawa, yang dibagi berdasarkan kelompok umur fosil moluska tertentu.

Selain penulisan Karya Tulis Ilmiah, Museum Geologi mewakili Badan Geologi juga merupakan salah satu peserta dalam diskusi panel. Hadir mewakili diskusi, Ifan Yoga Pratama Suharyogi yang merupakan penyelidik bumi dari Museum Geologi, dimana diskusi panel tersebut membahas mengenai hubungan fosil moluska terhadap sekuen stratigrafi (urut-urutan perlapisan/pengendapan batuan). Beberapa hal yang dibahas diantaranya mengenai kelimpahan fosil moluska, keterdapatan fosil moluska pada batuan (utuh atau tidaknya fosil tersebut), dan posisi pada saat moluska tersebut diendapkan atau dikenal dengan istilah tafonomi moluska. Diskusi ini dilakukan pada hari Kamis, 16 Mei 2024 pukul 09.30-10.30 WIB, tepatnya di area Exhibition Hall 2.  Selain Museum Geologi, hadir juga dalam diskusi beberapa perusahaan migas seperti Medco E&P Indonesia, Pertamina Hulu Rokan, dan PT. Horizon Geoconsulting.

Diskusi Panel

Deretan display koleksi fosil-fosil fauna Museum Geologi dari berbagai daerah di Indonesia juga turut menyemarakkan rangkaian acara tahunan Konferensi dan Pameran IPA 2024 ini. Antusiasme dan interaksi pengunjung terlihat mengitari instalasi fosil-fosil fauna endemik dari yang berukuran besar seperti tengkorak Bibos palaesondaicus, (sejenis banteng purba, yang keberadaannya masih ditemukan di beberapa daerah di Pulau Jawa) hingga yang berukuran kecil seperti moluska Bicorbula tjiguhanensis, begitu pula dengan tampilan interaktif data prospek hidrokarbon Indonesia oleh Pusat Survei Geologi (PSG). Pada gelaran IPA Convex tahun ini, Badan Geologi menggandeng Museum Geologi dan Pusat Survei Geologi sebagai perwakilan Badan Geologi Kementerian ESDM untuk mengisi program pameran Fossil x Digitalization yang berlangsung pada 14 - 16 Mei 2024.

Booth pameran Museum Geologi dan Pusat Survei Geologi, Badan Geologi KESDM