Bandung, 6 Juli 2024. Acara bulanan Day and Night at the Museum (DNTM) yang diselenggarakan oleh Museum Geologi kembali dilaksanakan pada Sabtu (6/7) dengan mengusung tema “Family’s Day Out”. Namun, berbeda dengan acara DNTM sebelumnya, kali ini diselenggarakan juga pembukaan Pameran Temporer sekaligus Talkshow bertajuk Eksotisme Geologi Pulau Timor.
Hadir memberikan sambutan Kepala Museum Geologi, R. Isnu Hajar Sulistyawan. Kemudian dilanjutkan dengan Sambutan oleh Sekretaris Badan Geologi, Iman Sinulingga yang sekaligus membuka secara simbolis Pameran Temporer “Eksotisme Geologi Pulau Timor”. Dalam sambutannya, Isnu menyampaikan bahwa Pameran Temporer kali ini bertujuan agar Museum Geologi dapat memberikan media dan bahan edukasi yang lebih komprehensif bagi masyarakat. “Tidak hanya sebagai media edukasi, Pameran Temporer ini diharapkan dapat menggantikan sementara ruang kebencanaan yang rencananya akan mulai direvitalisasi pada September 2024, sehingga masyarakat dapat tetap mengakses tambahan ilmu pengetahuan kegeologian dan tetap bisa memberikan daya tarik bagi masyarakat umum agar terus datang mengunjungi Museum”, ujar Isnu.
Selain pembukaan pameran, acara yang berlangsung pagi hari di Auditorium Museum Geologi ini juga diselenggarakan Talkshow yang membahas tentang Eksotisme Geologi Pulau Timor. Narasumber yang hadir adalah Unggul Prasetyo Wibowo selaku Ketua Tim Kerja Penyelidikan dan Konservasi Museum Geologi dan Arief Kurniawan selaku Ketua Tim Kerja Peragaan dan Pelayanan Publik Museum Geologi.
Pulau Timor sendiri sudah sejak lama dikenal akan keunikan geologisnya. “Pulau Timor memiliki keunikan karena tadinya pulau ini merupakan sebuah Palung yang terangkat dan karena posisinya yang dekat dengan Australia, akhirnya manusia dan fauna yang ada di Asia bermigrasi ke Australia dan begitu juga sebaliknya. Sehingga pulau ini menjadi jalur migrasi utama bagi manusia dan fauna” ucap Unggul. Temuan fosil di Timor sendiri menunjukan hubungan erat dengan fauna di Flores, Sulawesi dan Sumba sehingga hal ini memperkuat posisi pulau Timor sebagai kunci penting dalam sejarah migrasi.
Penelitian geologi di Pulau Timor sendiri sudah dilakukan sejak lama bahkan sebelum terbentuknya Museum Geologi ditahun 1929 dan penelitian geologi di Pulau Timor sendiri masih dilakukan secara aktif hingga saat ini. Pada pameran temporer kali ini juga akan menampilkan koleksi-koleksi yang berbeda dan belum pernah ditampilkan di ruang pameran tetap sebelumnya termasuk koleksi yang telah ditemukan di Pulau Timor sejak ekspedisi tahun 1911.
Pameran "Eksotisme Geologi Pulau Timor" diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang kekayaan geologis Pulau Timor, serta mendukung upaya Museum Geologi Indonesia untuk terus menjadi pusat edukasi dan daya tarik bagi masyarakat luas.

Sahabat, untuk update informasi dan kegiatan Museum Geologi. Ikuti terus official media sosial kami di museumgeologi.id, IG dan Tiktok kami di @museum_geologi.
Museum Geologi. Smart Museum. Smart People. Smart Nation!
Editor: Anita Kusumayati