Kembali ke Kegiatan

Pemutakhiran Data Koleksi Museum Geologi

Pengelolaan Koleksi / 12 June 2024
Pemutakhiran Data Koleksi Museum Geologi
Penulis Paradita Kenyo Arum Dewantoro, S.T.

Museum Geologi memiliki ratusan ribu koleksi (sumber daya geologi, batuan dan fosil) dengan berbagai informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan jumlah koleksi yang melimpah tersebut, secara rutin Museum Geologi melakukan kegiatan pemeriksaan dalam rangka stock opname koleksi (jumlah dan data akhir koleksi yang tersedia) di Museum Geologi. Kegiatan Pemutakhiran Data Koleksi Museum Geologi kali ini dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Kerja Penyelidikan dan Konservasi Museum Geologi yaitu Unggul Prasetyo Wibowo, M.T., M.Sc. Di dalam sambutannya, Unggul menyebutkan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka evaluasi data koleksi Museum Geologi. Kegiatan ini perlu dilakukan untuk pemutakhiran posisi koleksi terkini, sehingga memang perlu adanya pelaporan koleksi yang keluar (dipinjamkan) dan yang masuk (koleksi baru hasil penyelidikan).

Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Kerja Penyelidikan dan Konservasi Museum Geologi

Kegiatan ini berlangsung di Garut, pada tanggal 11 Juni 2024. Agenda kegiatan terdiri dari pembahasan di dalam ruangan dan kegiatan ekskursi panas bumi. Pembahasan di dalam ruangan, terdiri dari dua orang narasumber yaitu Ifan Yoga Pratama Suharyogi yang merupakan Penyelidik Bumi Museum Geologi dan Nanda Najih Habibil Afif yang merupakan Ahli Geologi dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Ifan menjelaskan beberapa materi tentang pemutakhiran data koleksi hasil stock opname, sosialisasi SK kode koleksi, dan pembahasan singkat kamus data.

Pemaparan narasumber dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE)

Narasumber selanjutnya, Nanda menjelaskan tentang panas bumi dan batuan alterasi, serta rekomendasi penyimpanan batuan hasil pengeboran panas bumi dan juga batuan alterasi di ruang simpan. Nanda juga sempat menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar dan berkelanjutan. Hal ini sangat penting untuk pengayaan wawasan para pekerja Museum Geologi mengenai anjuran konservasi koleksi panas bumi. Suasana di kelas juga begitu seru dengan antusias tanya jawab dan diskusi yang tercipta di dalamnya.

Sesi selanjutnya, Tim Museum Geologi melakukan kegiatan lapangan dengan mengunjungi D'Glorious Crater Kamojang. Di lokasi tersebut dipandu oleh narasumber yang merupakan Staf Divisi Pelayanan yaitu Kemal Fadillah. Kemal mengajak tim Museum Geologi untuk mengunjungi Kawah Kereta Api. Dinamakan demikian, karena suara uap yang keluar dari kawah tersebut menyerupai lokomotif kereta api. Kawah ini juga merupakan sejarah karena sudah beroperasi sejak zaman kolonial Belanda yaitu tahun 1926, dan hingga saat ini pun masih mengeluarkan uap panas bumi. Selanjutnya, tim bergerak menuju Kawah Hujan. Selain digunakan sebagai objek wisata, uap kawah ini sering digunakan untuk terapi kesehatan karena uapnya dapat mengeluarkan toksin dalam sistem pernapasan.

Tim Museum Geologi mengunjungi Kawah Kereta Api, Kamojang

Kegiatan ini diakhiri dengan penjelasan tentang konservasi alam daerah panas bumi, salah satunya usaha melestarikan keberadaan fauna lokal seperti surili (Presbytis) dan cacing sonari (Metaphire musica). Harapan dari kunjungan langsung melihat manifestasi panas bumi seperti ini adalah sebagai pengayaan wawasan tim pelaksana konservasi batuan, terutama pada koleksi batuan yang berkaitan dengan alterasi hidrotermal. Sahabat, untuk mengetahui update informasi mengenai Museum Geologi, silakan kunjungi media informasi kami di museumgeologi.id, You Tube Channel: museum geologi, IG: @museum_geologi, dan TikTok: museum_geologi.