Batuan Beku: Magma dari Perut Bumi yang Tersingkap ke Permukaan
Tahukah Sahabat Museum Geologi, batuan beku yang kerap kita pergunakan untuk bahan pondasi bangunan, ataupun yang kita lihat di sungai - sungai di daerah pegunungan dulunya merupakan magma pijar yang berasal dari perut bumi.
Nah, batuan - batuan yang padat itu sebelumnya berupa cairan magma yang keluar dari kawah letusan gunungapi ataupun di dalam perut bumi yang mengalami pembekuan dengan beberapa mekanisme kejadian.
Dimana bisa melihat Magma?
Magma bisa kita sebut sebagai isi perut bumi yang dapat kita lihat di permukaan bumi dalam bentuk lava, sebagai hasil letusan gunung berapi. Berupa cairan silika panas, dan pijar pada suhu kurang lebih 800°C. Cairan magma ini menjadi cikal bakal batuan yang kita namakan sebagai batuan beku (igneous rock). Dimana didalamnya juga terdapat mineral - mineral silika dengan komposisi kimia tertentu. Kata Igneous sendiri berasal dari bahasa latin ‘Ignis’ yang berarti api.
Sahabat Museum Geologi, berdasarkan waktu pembekuannya, cairan magma ini mempunyai kecepatan pembekuan yang berbeda - beda. Ada yang cepat sekali membeku, ada yang sedang, dan ada yang lambat membekunya. Tempat membekunya juga berbeda-beda loh, ada yang meleleh dan kemudian membeku di permukaan bumi, ada yang membeku di dalam perut bumi dengan ukuran dan bentuk tertentu, serta ada juga yang terlempar dari kawah letusan gunungapi dengan berbagai ukuran.
Obsidian merupakan salah satu contoh batuan yang terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat di permukaan, sehingga tidak memiliki bentuk kristal (amorf) karena saking cepatnya membeku, akibat perbedaan suhu yang sangat kontras dengan suhu di permukaan bumi. Sedangkan magma yang terlempar beberapa meter hingga puluhan kilometer akan membentuk struktur batuan yang berongga (berlubang) karena interaksi cairan magma yang banyak mengandung uap air dan perubahan suhu yang cepat dari panas ke dingin di permukaan bumi. Batuapung (pumice) adalah salah satu contoh batuan hasil lemparan produk gunungapi.
Magma yang meleleh di permukaan kawah gunungapi juga akan membeku dengan cepat, sehingga mempunyai tekstur yang sangat halus dan membeku di sepanjang mulut kawah. Lama kelamaan, cairan magma yang membeku ini akan membentuk suatu kubah yang makin lama makin tinggi dan menyumbat mulut kawah gunungapi aktif. Apabila pada keadaan tertentu, tekanan dan suhu dari dalam dapur magma meningkat, kubah lava ini akan meledak dan menghamburkan pecahan - pecahan hasil letusan dari kubah ini membentuk batuan berbagai ukuran. Ukuran terkecil berupa pasir yang bisa diistilahkan sebagai pasir vulkanik, dan ada juga dengan partikel lebih besar dari mulai kerikil hingga bongkah (boulder) dengan variasi diameter puluhan centimeter hingga seukuran rumah.
Magma yang membeku dari proses tersebut bisa kita lihat pada bongkahan - bongkahan batuan beku di sepanjang sungai, pematang sawah ataupun tersebar pada radius gunungapi hingga puluhan kilometer. Tentunya, fenomena bongkahan batuan hasil dari muntahan mulut kawah gunungapi ini hanya bisa kita temukan di daerah yang banyak gunungapi nya atau biasa disebut daerah vulkanik baik itu daerah vulkanik sekarang maupun vulkanik purba.Selain magma dari letusan dan kawah gunungapi, ada juga magma yang menelusup ke dalam lapisan formasi batuan di dalam bumi dan membeku mengikuti ruang di dalam bumi, ada yang memanjang (sill) dan juga ada yang terbentuk secara memotong formasi batuan yang telah ada sebelumnya (dyke). Batuan beku ini banyak kita jumpai di lereng - lereng pegunungan dan dimanfaatkan masyarakat dalam bentuk tambang batu untuk keperluan pondasi bangunan maupun jalan.
Batuan beku juga ada yang berwarna terang dan juga gelap. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan dari mineral terang (kelompok silika) maupun mineral gelapnya (kelompok logamnya). Secara ringkasnya, batuan dengan kandungan silika kurang dari 50% akan memperlihatkan kenampakkan warna yang agak gelap seperti abu-abu gelap, abu - abu kehitaman atau abu-abu kehijauan. Sedangkan batuan yang memiliki kandungan silika lebih dari 50% akan memperlihatkan warna yang lebih terang seperti abu - abu terang, abu-abu pinkish, ataupun warna abu - abu keputihan. Tentunya, secara kasat mata, kita bisa membedakan mana batuan yang warnanya terang dan mana batuan yang agak gelap.
Jadi, batuan beku yang kita lihat sekarang adalah magma yang membeku pada usia ratusan tahun hingga ribuan bahkan jutaan tahun lalu. Menarik bukan?
Sahabat Museum Geologi, Seru sekali ya, bisa mempelajari cara keterjadian batuan yang berasal dari magma ini. Mekanisme terbentuknya batuan beku yang disebutkan diatas, Museum Geologi punya koleksi batuannya loh, tentunya disertai dengan nama - namanya yang unik. Kalian dapat temukan di ruang pamer sayap barat yaitu Geologi Indonesia. Yuks, berkunjung ke Museum Geologi agar cerita tentang batuan beku ini bisa kita pahami lebih jauh lagi. Ditunggu ya, Sahabat Museum Geologi.

Gambar: Beberapa koleksi batuan beku di ruang pamer Museum Geologi (sumber: internal)

Gambar: Tempat terbentuknya batuan beku
(sumber: https://www.smartgeo.id/2021/03/batuan-beku.html)