Penyelidikan situs koleksi batuan dan paleontologi merupakan salah satu upaya untuk menambah dan melengkapi data dan informasi koleksi geologi di Museum Geologi. Museum Geologi merupakan salah satu museum tematik di bidang kebumian khususnya bidang Geologi dan menyimpan berbagai macam koleksi geologi berupa kelompok koleksi batuan, fosil vertebrata, fosil invertebrata, fosil kayu dan artefak. Setiap kelompok koleksi mempunyai data dan informasi geologi tentang lokasi keterdapatan, jenis koleksi dan data penting lainnya. Akan tetapi, data dan informasi geologi terhadap koleksi tersebut terbatas dan terkadang hilang karena berbagai kondisi perubahan tempat penyimpanan. Untuk itu, dibutuhkan informasi geologi terbaru untuk meningkatkan sumber data dan informasi bagi setiap koleksi untuk pelayanan publik/pengunjung.
Salah satu daerah yang menyimpan berbagai data kegeologian berupa batuan dan fosil adalah wilayah Kabupaten Sumedang dan sekitarnya, Provinsi Jawa Barat. Museum Geologi mempunyai beberapa koleksi geologi yang tersimpan dengan baik yang bersumber dari wilayah tersebut. Akan tetapi, secara administrasi belum melakukan inventarisasi yang lengkap. Oleh karena itu, kegiatan penyelidikan terhadap situs koleksi geologi menjadi kegiatan yang dapat dilakukan secara bertahap. Hal ini dikarenakan lokasi atau situs-situs tersebut tersebar di Kabupaten Sumedang.
Indikasi adanya fosil vertebrata, invertebrata dan fosil kayu di Kabupaten Sumedang, khususnya di Kecamatan Tomo terdapat pada daerah Blok A (Gambar 1). Temuan fosil vertebrata diawali dengan ditemukannya fosil, berupa sepotong rangga rusa (antler Cervidae) di Desa Cirendang, tepi Sungai Cisaar (Lembah Cisaar) pada lapisan lensa batupasir kasar dan konglomeratan. Litologi ini terletak di bagian bawah dari Satuan Batulempung yang kaya moluska air tawar, yang termasuk dalam Formasi Tambakan (Desyana, 1999; Zaim, 1999) atau Formasi Citalang (Setiawan, 1995) berumur Plistosen (2 juta tahun yang lalu) dan menutupi secara tidak selaras batulempung kehijauan dari Formasi Kaliwangu berumur Pliosen Akhir (Setiawan, 1995). Penemuan berbagai fosil vertebrata di beberapa tempat tersebut sangat penting artinya, karena merupakan lokasi baru ditemukannya fosil vertebrata di Jawa Barat yang belum pernah dilaporkan oleh para peneliti terdahulu. Apakah akumulasi temuan fosil hanya ada di daerah Jembarwangi, Kecamtan Tomo? Hasil studi pustaka dan penelitian yang pernah di lakukan menunjukkan bahwa daerah-daerah lain di Kabupaten Sumedang mempunyai potensi keterdapatan fosil vertebrata dan invertebrata.
Hasil identifikasi dan inventarisasi terhadap sebaran keterdapatan singkapan batuan pembawa fosil di tunjukkan Gambar 1, di mana daerah penyelidikan meliputi wilayah bagian utara dan tengah. Sedangkan wilayah Kabupaten Sumedang bagian tengah sampai selatan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Hasil survei dan penyelidikan situs koleksi geologi terbagi menjadi 6 (enam) blok di mana setiap blok telah ditemukan singkapan batuan anggota Formasi Citalang atau Formasi Kaliwangu berdasarkan acuan peta geologi regional lembar Arjawinangun (Sidjatmiko, 1072), yaitu:
1) Blok A, wilayah Jembarwangi dan sekitarnya
2) Blok B, wilayah Kadipaten dan sekitarnya
3) Blok C, wilayah Sukahaji dan sekitarnya
4) Blok D, wilayah Ujung Jaya dan sekitarnya
5) Blok E, wilayah Surian dan sekitarnya
6) Blok F, wilayah Paseh dan sekitarnya
Blok-blok daerah penyelidikan telah dilakukan pengamatan dan terdiri dari beberapa titik singkapan. Pembagian blok tersebut disusun untuk memudahkan dalam melakukan kegiatan studi atau kajian lebih lanjut dengan tema tertentu khususnya untuk Formasi Citalang dan Formasi Kaliwangu yang berumur Plio-Plistosen. Kedua formasi tersebut diperkirakan mempunyai potensi ditemukan fosil fauna dan flora dengan lingkungan laut sampai darat di wilayah Kabupaten Sumedang dan sekitarnya. Saat ini temuan fosil vertebrata terkonsentrasi pada Blok A dan Blok D. Sementara, pada blok lainnya belum ditemukan fosil vertebrata, akan tetapi kaya akan fosil invertebrata, di antaranya fosil gastropoda, bivalvia, cephalopoda dan foraminifera.