Populer

Petualangan Edukatif : Belajar Peta di Museum Geologi

05 March 2025 Fitriani Agustin, S.T., M.Sc.
Petualangan Edukatif : Belajar Peta di Museum Geologi
Ringkasan Peta banyak sekali manfaatnya. Selain sebagai informasi petunjuk arah dan lokasi di permukaan bumi, peta juga bisa menjadi informasi dasar dalam berbagai aktivitas manusia.

Pengertian Peta  
Sahabat Museum Geologi, tentunya pernah kan mendengar apa itu peta? Jadi, peta secara umum bisa didefinisikan sebagai gambaran permukaan bumi yang disajikan dalam bidang datar dua dimensi, dengan sistem proyeksi, koordinat dan skala tertentu. Berdasarkan isinya, peta bisa dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu peta dasar dan peta tematik. Peta dasar berisi informasi dasar rupa bumi yang direpresentasikan dalam bentuk simbol, warna, dan ilustrasi lainnya. Sedangkan peta tematik adalah peta yang berisi informasi mengenai tema - tema tertentu. Tema tersebut bisa dalam berbagai bidang seperti pertanian, kehutanan, perencanaan kota, kegeologian, kesehatan dan peta tema-tema lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Manfaat Peta
Peta banyak sekali manfaatnya. Selain sebagai informasi petunjuk arah dan lokasi di permukaan bumi, peta juga bisa menjadi informasi dasar dalam berbagai aktivitas manusia. Contohnya,dalam hal perbatasan wilayah peta digunakan untuk memperjelas batas wilayah sebuah daerah atau negara.  

Dalam bidang militer, peta bisa digunakan untuk kegiatan kemiliteran seperti perencanaan dan strategi serangan ke pihak musuh, penempatan persembunyian dan penyimpanan logistik perang, dan juga menentukan tempat - tempat strategis dalam proses pendaratan dan pelarian pasukan dan pengintaian. Dalam bidang perencanaan kota, peta digunakan sebagai informasi dasar dalam merancang perkembangan sebuah kota dan peruntukan yang tepat sesuai dengan pola ruangnya. Dalam hal perencanaan kota, ada yang menganut sistem monosentris (central), dimana perencanaan kotanya terpusat dan hanya memiliki satu CBD (Central Business Disctrict) seperti kawasan perkotaan, perdagangan, bisnis dan jasa yang terpusat  serta jumlah penduduknya tidak terlalu banyak seperti kota Wonogiri, Trenggalek, Pacitan dan Tuban. Sedangkan perkembangan kota yang menganut sistem polisentris didesain untuk memiliki lebih dari satu CBD di beberapa daerah yang disebut sebagai sub pelayanan kota, seperti kota Makassar, kota Surakarta dan kota Depok, serta masih banyak lagi aplikasi peta untuk tema - tema lainnya.

Peta tematik geologi  
Selain peta dasar rupa bumi yang memuat informasi tentang relief permukaan bumi, peta geologi menjadi peta dasar para ahli geologi dalam melakukan survei kegeologian. Sedangkan peta - peta turunannya yang bersumber dari peta geologi kita sebut sebagai peta tematik karena dalam peta tersebut ditambahkan informasi tambahan lainnya.  

Misalnya dalam bidang sumberdaya geologi terdapat peta tematik seperti Peta Cekungan Sedimen Indonesia (sumberdaya migas), Peta Metalogeni (sumberdaya mineral), Peta Potensi Sumberdaya Mineral Logam dan Non Logam, Peta Cekungan Air Tanah (sumberdaya air), Peta Sebaran Potensi Panas Bumi (sumberdaya energi terbarukan) dan masih banyak lagi. Peta tersebut sangat bermanfaat dalam pencarian potensi sumberdaya mineral seperti emas, tembaga, nikel, bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batubara, panas bumi, bahan galian batuan, dan air tanah. Sedangkan peta tematik sumberdaya kebencanaan geologi contohnya adalah Peta Potensi Gerakan Tanah, Peta Potensi Tsunami, Peta Potensi Likuefaksi, Peta Sebaran Gunungapi dan lainnya, yang kerap dijadikan acuan dalam perencanaan tata ruang wilayah.  

Koleksi peta kegeologian di Museum Geologi  
Sahabat Museum Geologi, berbicara mengenai peta tematik, Museum Geologi mempunyai beberapa koleksi peta yang ada di ruang pamer. Diantaranya yaitu Peta Geologi Indonesia, Peta  Sebaran Gunung Api, Peta Potensi Mineral dan Peta Potensi Likuefaksi. Ketiga peta yang disebutkan terdapat di ruang pamer Geologi Indonesia Lantai 1 sayap barat. Peta Geologi Indonesia bisa dilihat pada dinding pamer Keragaman Batuan di Indonesia, berisi informasi mengenai lokasi sebaran jenis-jenis batuan di seluruh Indonesia (Gambar 1). Peta Potensi Sumber Daya Geologi dapat di lihat pada ruang pamer dinding Kekayaan Sumber Daya Geologi disertai dengan informasi visual tambang terbuka yang sudah beroperasi dalam memanfaatkan sumber daya mineral logam seperti emas, tembaga, nikel, dan lain sebagainya (Gambar 2).  

Gambar 1. Peta Geologi Indonesia

Gambar 2. Peta Potensi Sumber Daya Geologi    

Gambar 3.  Peta Sebaran Gunung Api Aktif & Wilayah rentan gempa bumi

Peta Sebaran Gunung Api Aktif serta wilayah yang rentan dengan gempa bumi, pada dinding pamer dinamika tektonik, yang memperlihatkan lempeng - lempeng tektonik aktif disertai arah pergerakannya. Pergerakan - pergerakan tersebut selain memicu gempa bumi juga memunculkan deretan gunung - gunung berapi aktif (Gambar 3).  

Untuk kategori kebencanaan geologi, Museum Geologi mempunyai koleksi Peta Kerentanan Likuefaksi yang berada di ruang pamer Kebencanaan Geologi di Lantai 2 sayap Timur. Peta tersebut menggambarkan kerentanan wilayah - wilayah di Indonesia terhadap likuefaksi yang dibagi menjadi empat kategori yaitu tinggi, sedang, rendah dan tidak berpotensi likuefaksi (Gambar 4). Potensi likuefaksi selain disebabkan karena daerah - daerahnya yang dilintasi oleh patahan aktif yang rawan memicu gempa bumi, juga dipicu oleh keadaan daerah yang tersusun oleh batuan/endapan sedimen lunak, khususnya pasir.

   Gambar 4. Peta Potensi Likuefaksi

Apa itu peta digital ?  
Seiring dengan perkembangan teknologi, peta tidak hanya dibuat secara manual melalui tarikan garis para kartografer dan disajikan secara dua dimensi diatas selembar kertas. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan kita untuk membuat dan menyajikan peta secara digital.  

Pembuatan peta digital dilakukan dengan cara mendigitasi batas - batas wilayah serta titik - titik pengamatan dengan bantuan perangkat lunak pembuat peta. Unsur - unsur yang didigitasi yaitu berupa titik (point), garis (line) dan area (polygon) dan menambahkan atribut peta dalam sistem basis datanya secara geografis. Perangkat lunak sekarang telah berhasil membuat layout peta secara otomatis dengan memasukkan unsur - unsur pembentuk peta, seperti informasi dasar rupabumi, titik - titik pengamatan, dan kategori area yang didefinisikan sesuai dengan tema - tema peta tertentu. Proses kerja seperti yang disebutkan ini bisa kita istilahkan sebagai kartografi digital.  

Penerapan sistem pembuatan peta digital menawarkan berbagai keuntungan, di antaranya efisiensi biaya dan waktu. Data terbaru dapat dengan mudah diperbarui, divisualisasikan secara berkala ataupun real-time, dan skalanya dapat disesuaikan sesuai kebutuhan. Hal ini juga mempercepat proses analisis dan penyajian data geografis dalam bentuk peta.  

Bahkan, peta digital yang sudah berisi informasi geografis pada setiap elemen atribut peta dan terhubung dengan perekam posisi geografis yang terhubung dengan satelit yang fiturnya terdapat pada telepon pintar dapat dengan akurat menempatkan posisi kita secara realtime. Peta digital tersebut dapat dengan akurat memperkirakan jarak dan waktu yang diperlukan untuk mobilisasi dari satu titik ke titik lainnya. Dengan sistem basis data yang baik, peta digital juga bisa merekomendasikan kita jarak terdekat antar lokasi, hal ini bisa bermanfaat bagi kita dalam menghemat waktu perjalanan. Google Map adalah salah satu produk digital yang mengadopsi sistem ini.  

Dalam bidang kegeologian, update informasi batuan, fosil, sumberdaya geologi, lokasi kebencanaan geologi yang tersingkap di permukaan dengan menggunakan basis data geografis sangat bermanfaat dalam mengupdate informasi kegeologian khususnya peta geologi dan peta tematik geologi lainnya.  

Sahabat Museum Geologi, tertarik untuk belajar dan melihat koleksi peta kegeologian di ruang pamer Museum Geologi? Yuks, datang ke Museum Geologi dan ikuti kegiatan edukasi di Museum Geologi untuk eksplorasi dan belajar peta lebih seru lagi.